Materi Design Brief Fase F: Komponen, Penerapan, dan Proyek Desain

Elemen : Menerapkan Design Brief  (MDB)

Capaian Pembelajaran pada Fase F:

Pada fase F, peserta didik mampu menerima, membaca, memahami, dan melaksanakan perintah melalui panduan tertulis (brief) untuk merancang visual secara tepat dalam suatu proyek desain yang diberikan oleh pemberi tugas. Panduan/acuan tersebut meliputi: latar belakang proyek, tujuan/obyektif yang ingin dicapai, ruang lingkup pekerjaan, khalayak sasaran yang dituju, media yang digunakan, strategi kreatif dan konsep perancangan, tenggat waktu penyelesaian pekerjaan, para pihak yang terlibat dan peranannya dalam pekerjaan. Peserta didik mampu melakukan pembiasaan sesuai POS, mampu berkolaborasi dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait.


Semester 1 – Bagian 1

Kompetensi

Memahami Komponen Design Brief

Materi

Komponen Utama Design Brief

Sub Materi

1.     Latar Belakang & Tujuan

2.     Ruang Lingkup & Sasaran

3.     Media & Strategi Kreatif

4.     Tenggat Waktu & Pihak Terkait

Tujuan Pembelajaran (TP) 1

1. (TPK 1 - Mudah) Mengidentifikasi Komponen:

Diberikan sebuah contoh design brief yang utuh, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menyebutkan minimal 8 dari 10 komponen utama (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, khalayak sasaran, media, strategi kreatif, konsep perancangan, tenggat waktu, pihak terlibat, dan peranannya) dengan tepat.

2. (TPK 2 - Sedang) Memahami Fungsi:

Diberikan daftar komponen design brief dan daftar fungsinya, peserta didik dapat menjodohkan setiap komponen dengan fungsi atau deskripsi maknanya yang benar.

3. (TPK 3 - Sedang) Menjelaskan dengan Kata Sendiri:

Peserta didik dapat menjelaskan secara tertulis dengan bahasa sendiri, fungsi dan makna dari 5 komponen kunci (latar belakang, tujuan, khalayak sasaran, strategi kreatif, dan tenggat waktu) dalam sebuah design brief.

4. (TPK 4 - Sulit) Menganalisis Hubungan:

Diberikan sebuah studi kasus proyek desain sederhana, peserta didik dapat menganalisis dan menjelaskan secara tertulis hubungan sebab-akibat antara dua komponen brief (misalnya, bagaimana "latar belakang" mempengaruhi "tujuan", atau bagaimana "khalayak sasaran" menentukan "pemilihan media").

Tujuan Pembelajaran (TP) 2

1. (TPK 1 - Mudah) Mengidentifikasi Keterkaitan Langsung:

Diberikan sebuah contoh design brief dan daftar pernyataan yang menggambarkan keterkaitan antar komponen (contoh: "Khalayak sasaran remaja mendorong pemilihan media Instagram"), peserta didik dapat mengidentifikasi dan memilih pernyataan yang benar dengan tepat.

2. (TPK 2 - Sedang) Menjelaskan Keterkaitan Sederhana:

Diberikan sebuah studi kasus design brief yang jelas, peserta didik dapat menjelaskan secara tertulis dengan bahasanya sendiri, bagaimana satu komponen (misalnya, khalayak sasaran) secara langsung mempengaruhi satu komponen lainnya (misalnya, pemilihan media yang digunakan).

3. (TPK 3 - Sulit) Menganalisis Keterkaitan Kompleks (Dua Arah):

Diberikan sebuah studi kasus design brief yang lebih kompleks, peserta didik dapat menganalisis dan menjelaskan secara tertulis hubungan timbal balik antara tiga komponen atau lebih (misalnya, bagaimana tujuan proyek dan khalayak sasaran bersama-sama mempengaruhi strategi kreatif dan konsep perancangan).

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Mengevaluasi Keselarasan Brief:

Diberikan sebuah contoh design brief yang memiliki ketidakkonsistenan (misalnya, strategi kreatif yang tidak sesuai dengan khalayak sasaran), peserta didik dapat mengidentifikasi titik ketidaksinambungan tersebut dan memberikan rekomendasi perbaikan yang logis berdasarkan analisis keterkaitan antar komponen.

 

Semester 1 – Bagian 2

Kompetensi

Menerjemahkan Brief ke dalam Konsep Visual

Materi

Analisis dan Interpretasi Brief

Sub Materi

1.     Mind Mapping dari Brief

2.     Moodboard & Gaya Visual

3.     Pengembangan Konsep Awal

Tujuan Pembelajaran (TP) 3

1. (TPK 1 - Mudah) Membuat Mind Mapping dari Brief:

Diberikan sebuah design brief sederhana, peserta didik dapat membuat mind mapping yang secara visual memetakan semua komponen kunci brief (tujuan, sasaran, strategi kreatif, dll.) sebagai langkah awal analisis.

2. (TPK 2 - Sedang) Membuat Moodboard yang Relevan:

Berdasarkan mind mapping yang telah dibuat, peserta didik dapat mengompilasi sebuah moodboard (digital atau fisik) yang memuat koleksi gambar, warna, tipografi, dan tekstur yang secara langsung terinspirasi dari kata kunci dalam brief.

3. (TPK 3 - Sulit) Menghubungkan Moodboard dengan Brief:

Peserta didik dapat menyusun penjelasan tertulis singkat yang menerangkan bagaimana pilihan visual dalam moodboard-nya (misalnya, palet warna yang cerah, pemilihan font yang modern) merespons dan mencerminkan komponen spesifik dalam design brief (seperti karakter khalayak sasaran atau suasana yang diinginkan dari strategi kreatif).

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Menyajikan Konsep Visual yang Koheren:

Peserta didik dapat mempresentasikan mind mapping dan moodboard-nya di depan kelas dengan menunjukkan alur logis dari analisis brief, menjelaskan bagaimana moodboard berfungsi sebagai arahan gaya visual yang tepat untuk proyek, dan menjawab pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan brief.

Tujuan Pembelajaran (TP) 4

1. (TPK 1 - Mudah) Menjabarkan Ide Konsep Tertulis:

Berdasarkan sebuah design brief, peserta didik dapat menuliskan deskripsi tertulis untuk 2 (dua) alternatif konsep desain yang berbeda, yang dengan jelas menyebutkan bagaimana setiap konsep mengacu pada tujuan, strategi kreatif, dan khalayak sasaran dari brief.

2. (TPK 2 - Sedang) Membuat Sketsa Kasar Visual:

Peserta didik dapat membuat sketsa kasar atau thumbnail visual untuk 2 (dua) alternatif konsep desain tersebut, yang menunjukkan perbedaan pendekatan visual (seperti layout, gaya ilustrasi, atau komposisi) di antara keduanya.

3. (TPK 3 - Sulit) Mengaitkan Konsep Visual dengan Brief:

Untuk setiap alternatif konsep visual yang dibuat, peserta didik dapat menjelaskan hubungan secara tertulis antara elemen visual dalam sketsa (seperti pemilihan warna, tipografi, atau imagery) dengan komponen spesifik dalam brief (tujuan proyek, karakteristik khalayak sasaran, atau pesan dari strategi kreatif).

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Membandingkan dan Merefleksikan Konsep:

Peserta didik dapat membuat matriks perbandingan sederhana yang memaparkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing konsep yang dikembangkan dalam kaitannya dengan memenuhi brief, serta merefleksikan konsep mana yang lebih efektif dan alasannya berdasarkan analisis terhadap khalayak sasaran dan tujuan proyek.

 

Semester 2 – Bagian 1

Kompetensi

Perencanaan dan Organisasi Proyek

Materi

Perencanaan Proyek Desain

Sub Materi

1.     Penjadwalan (Timeline)

2.     Pembagian Peran (Role)

3.     Prosedur Operasional Standar (POS)

Tujuan Pembelajaran (TP) 5

1. (TPK 1 - Mudah) Mengidentifikasi Tahapan Proyek:

Diberikan sebuah deskripsi proyek desain yang sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menyusun urutan tahapan pengerjaan kreatif yang logis (seperti: riset, pembuatan konsep, eksekusi visual, revisi, dan finalisasi).

2. (TPK 2 - Sedang) Membuat Timeline Sederhana:

Diberikan sebuah design brief dengan tenggat waktu (deadline) yang jelas, peserta didik dapat membuat sebuah timeline linear (misalnya dalam bentuk bagan Gantt sederhana atau daftar kalender) yang mengalokasikan waktu untuk setiap tahapan yang telah diidentifikasi, dengan seluruh tahapan selesai sebelum deadline.

3. (TPK 3 - Sulit) Mengalokasikan Waktu secara Realistis:

Peserta didik dapat menjelaskan secara tertulis alasan pengalokasian waktu untuk setiap tahapan dalam timeline-nya, dengan mempertimbangkan kompleksitas tugas, kebutuhan untuk eksperimen kreatif, dan waktu yang diperlukan untuk proses revisi, sehingga menunjukkan pemikiran yang realistis.

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Membuat Timeline dengan Buffer Time:

Peserta didik dapat menyusun timeline yang tidak hanya membagi waktu untuk setiap tahapan, tetapi juga menyisipkan buffer time (waktu cadangan) untuk mengantisipasi hambatan yang mungkin terjadi (seperti revisi besar atau penundaan), menunjukkan pemahaman tentang manajemen risiko dalam proyek kreatif.

Tujuan Pembelajaran (TP) 6

1. (TPK 1 - Mudah) Mendemonstrasikan Pemahaman POS:

Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan dengan benar minimal 3 aturan POS yang telah ditetapkan (misalnya, konvensi penamaan file, struktur folder, dan langkah-langkah pengajuan revisi) sebelum memulai tugas.

2. (TPK 2 - Sedang) Menerapkan POS dalam Pengerjaan Tugas:

Selama mengerjakan sebuah tugas desain individu, peserta didik dapat mendemonstrasikan penerapan POS dengan secara konsisten menyimpan file di lokasi yang ditentukan, menggunakan format penamaan yang sesuai, dan menyimpan versi file (_v1, _v2, _final) sesuai perkembangan pengerjaannya.

3. (TPK 3 - Sulit) Melakukan Proses Revisi sesuai POS:

Setelah menerima umpan balik (feedback) pada tugasnya, peserta didik dapat mengelola proses revisi dengan benar sesuai POS, termasuk membuat file revisi terpisah dengan penamaan yang tepat (NAMA_PROYEK_v2) dan menyerahkan hasil revisi melalui saluran atau prosedur yang telah ditetapkan.

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Merefleksikan Manfaat Penerapan POS:

Di akhir proyek simulasi, peserta didik dapat menyusun refleksi tertulis singkat yang menjelaskan manfaat penerapan POS (misalnya, kemudahan melacak progres, menghindari kehilangan file, atau efisiensi dalam revisi) dan mendiskusikan konsekuensi jika POS tidak diterapkan dalam sebuah skenario proyek kolaboratif.

 

Semester 2 – Bagian 2

Kompetensi

Kolaborasi dan Komunikasi dalam Tim

Materi

Simulasi Kolaborasi

Sub Materi

1.     Komunikasi Efektif dalam Tim

2.     Presentasi dan Pemberian Masukan (Feedback)

3.     Manajemen Revisi

Tujuan Pembelajaran (TP) 5

1. (TPK 1 - Mudah) Menyusun Alur Presentasi:

Peserta didik dapat menyusun sebuah outline atau script presentasi sederhana yang berisi poin-poin kunci: pembukaan, penjelasan konsep, hubungannya dengan brief, dan penutup, untuk memastikan kelengkapan materi yang akan disampaikan.

2. (TPK 2 - Sedang) Menyampaikan Presentasi dengan Jelas:

Peserta didik dapat mempresentasikan konsep desainnya di depan audiens selama waktu yang ditentukan, menggunakan bahasa yang jelas, intonasi yang terdengar, serta bahasa tubuh yang sopan (seperti kontak mata dan postur terbuka).

3. (TPK 3 - Sulit) Merespons Masukan secara Profesional:

Setelah presentasi, peserta didik dapat mendemonstrasikan kemampuan menerima masukan dengan mendengarkan secara aktif tanpa menyela, mengucapkan terima kasih atas masukannya, dan memberikan respons awal yang sopan (seperti "Saya akan mempertimbangkan masukan tersebut") tanpa menjadi defensif.

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Melakukan Analisis dan Tindak Lanjut atas Masukan:

Peserta didik dapat membuat catatan ringkas tentang masukan-masukan utama yang diterima dan menyusun rencana tindak lanjut yang menjelaskan masukan mana yang akan diadopsi, dimodifikasi, atau tidak digunakan berserta alasannya yang logis terkait dengan kesesuaian dengan design brief.

Tujuan Pembelajaran (TP) 6

1. (TPK 1 - Mudah) Membuat Perencanaan Kerja Tim:

Dalam tim kecil, peserta didik dapat bersama-sama menyusun sebuah perencanaan kerja kolaboratif sederhana yang mencakup pembagian tugas yang jelas berdasarkan keahlian/minat anggota, timeline pengerjaan, dan kesepakatan mengenai alat komunikasi yang akan digunakan.

2. (TPK 2 - Sedang) Melakukan Komunikasi dan Koordinasi Aktif:

Selama pengerjaan proyek, peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi yang konstruktif dengan memberikan update progres, aktif memberikan usulan, dan menghadiri pertemuan koordinasi sesuai kesepakatan tim untuk memastikan sinergi.

3. (TPK 3 - Sulit) Mengintegrasikan Masukan Eksternal ke dalam Revisi:

Setelah menerima masukan dari pihak eksternal (simulasi klien atau tim lain), peserta didik dapat berdiskusi dalam tim untuk menganalisis masukan tersebut dan membuat revisi pada desain yang menunjukkan pertimbangan terhadap masukan tersebut, tanpa menghilangkan esensi dari konsep awal yang telah disepakati.

4. (TPK 4 - Sangat Sulit) Merefleksikan Dinamika dan Hasil Kolaborasi:

Di akhir proyek, setiap peserta didik dapat menyusun laporan refleksi individu yang menganalisis peran dan kontribusinya dalam tim, mengidentifikasi tantangan selama kolaborasi serta solusinya, dan mengevaluasi kelebihan serta kekurangan proses kerja tim mereka dalam menghasilkan desain akhir.

 

Semester 2 – Bagian 3

Kompetensi

Menerapkan Design Brief dalam Proyek Komprehensif

Materi

Aplikasi Lengkap Design Brief

Sub Materi

1.     Perancangan Visual Berdasarkan Brief

2.     Kolaborasi dan Manajemen Proyek

3.     Penyusunan Laporan Proses

Tujuan Pembelajaran (TP) 5

1. (TPK 1 - Sedang) Melakukan Analisis Mendalam terhadap Brief:

Peserta didik dapat menyusun dokumen analisis brief yang merangkum pemahaman mereka tentang tujuan proyek, karakteristik khalayak sasaran, pesan kunci, dan spesifikasi teknis (seperti ukuran media dan format file) yang harus dipenuhi.

2. (TPK 2 - Sulit) Mengembangkan dan Menyajikan Konsep Utama:

Peserta didik dapat mengembangkan satu konsep desain utama yang kuat dan mempresentasikannya (dalam bentuk moodboard & sketsa konsep) dengan argumen yang jelas yang menghubungkan pilihan visualnya dengan semua komponen kunci dalam design brief.

3. (TPK 3 - Sangat Sulit) Menghasilkan Produk Visual Final yang Utuh:

Peserta didik dapat menghasilkan sebuah produk visual akhir yang lengkap dan siap terbit/unggah (misalnya, file poster beresolusi tinggi atau set konten media sosial), yang secara teknis benar dan secara visual secara konsisten menerapkan konsep yang telah disepakati, serta memenuhi semua spesifikasi dalam brief.

Tujuan Pembelajaran (TP) 6

1. (TPK 1 - Sedang) Mendokumentasikan Alur Penerjemahan Brief dan Penerapan POS:

Peserta didik dapat menyusun bagian laporan yang berisi kronologi pengerjaan proyek, mulai dari analisis brief awal, pembuatan moodboard & konsep, hingga tahap finalisasi, dengan menyertakan bukti penerapan POS (seperti screenshot struktur folder dan penamaan file versi).

2. (TPK 2 - Sulit) Mendokumentasikan dan Menganalisis Tahapan Kolaborasi:

Peserta didik dapat mendokumentasikan proses kolaborasi dalam laporan dengan menjelaskan peran dan kontribusi masing-masing anggota tim, serta menganalisis dinamika kerja sama yang terjadi (seperti bagaimana konflik diselesaikan atau bagaimana masukan diintegrasikan).

3. (TPK 3 - Sangat Sulit) Membuat Argumentasi atas Keputusan Desain:

Peserta didik dapat menyajikan justifikasi tertulis untuk setiap keputusan desain utama (seperti pemilihan warna, tipografi, layout, dan imagery) dengan merujuk secara eksplisit pada komponen-komponen dalam design brief (tujuan, sasaran, strategi kreatif).